9. Kalau ~ Masih Bisa, Tapi ~ Tidak (ならまだしも)
Gunakan ならまだしも untuk menyatakan bahwa hal pertama masih bisa diterima, tetapi hal kedua yang lebih berat tidak bisa diterima.
Pola ならまだしも dipakai untuk membandingkan dua hal. Hal pertama masih bisa diterima atau dimaklumi, tetapi hal kedua yang lebih berat tidak bisa diterima.
Aturan inti
Susunannya adalah A ならまだしも B. A adalah hal yang ringan atau wajar, sehingga masih bisa dimaklumi. B adalah hal yang lebih berat, dan pembicara menilainya tidak baik, tidak mungkin, atau mengganggu. Bagian B hampir selalu berisi penilaian negatif seperti 無理だ, 失礼だ, atau 許されない. ならまだしも dipasang setelah kata benda, kata sifat, atau kata kerja bentuk biasa. Setelah kata benda, partikel seperti に kadang muncul sebelum なら, seperti pada 友達にならまだしも. Pola ini terdengar agak kaku. Pola ならいざ知らず mirip, tetapi tidak menyatakan bahwa A masih bisa diterima.
Bentuk dan Contoh
Rumus
ならまだしも、+(hal kedua)ならまだしも、+(hal kedua)ならまだしも、+(hal kedua)Kosakata
| Kanji | Bacaan | Arti | Contoh |
|---|---|---|---|
| 遅刻 | ちこく | terlambat | 三回も遅刻するのは許されない。 |
| 失礼 | しつれい | tidak sopan | 上司にあんな言い方をするのは失礼だ。 |
| 我慢 | がまん | menahan diri, bersabar | 二時間も待たされるのは我慢できない。 |
Latihan
Ubah kalimat bahasa Indonesia berikut ke bahasa Jepang. Klik untuk melihat jawabannya.
Catatan
Bagian sesudah ならまだしも biasanya memuat kata yang menekankan bahwa B lebih berat, misalnya まで atau も. Pola ini tidak dipakai jika kedua hal sama-sama bisa diterima.