☀️ Hikari (光)

140. Bentuk Hormat Tindakan Orang Lain (お~になる)

Gunakan pola お~になる untuk mengelevasi atau meninggikan pihak lawan bicara yang posisinya berada di atas pembicara. Ini adalah pola dasar bahasa sopan (Sonkeigo).

Di Jepang, ada level kesopanan tinggi yang disebut "Sonkeigo" (Bahasa Hormat). Kamu menggunakannya jika bicara kepada klien, atasan, atau tetua untuk merujuk pada apa yang mereka lakukan. Pola standar sonkeigo adalah お + Kata kerja (coret ます) + になる.

Aturan inti

  • HANYA gunakan pola ini untuk perbuatan orang lain yang kamu hormati. JANGAN PERNAH gunakan pola ini untuk tindakan yang kamu lakukan sendiri!
  • Jika diubah ke dalam bentuk kalimat biasa, になる berubah menjadi になります.
  • お〜になる tidak berlaku untuk kata kerja yang berdiri dari satu karakter hiragana sebelum ます (contoh: 見ます (mimasu) → お見になる ADALAH SALAH, ada bentuk honorifiknya sendiri).

Bentuk dan Contoh

Rumus

Legenda
お++になる / になります

Latihan

Ubah kalimat bahasa Indonesia berikut ke bahasa Jepang. Klik untuk melihat jawabannya.

Mau soal lagi? Latihan bebas dengan AI.

Catatan

Bentuk お〜になる tidak dipakai untuk kata kerja yang pangkalnya hanya satu suku kata, seperti 見る, 着る, 寝る, dan いる. Kata-kata itu punya bentuk hormat sendiri: ご覧になる, お召しになる, お休みになる, いらっしゃる. Begitu pula 食べる menjadi 召し上がる dan 言う menjadi おっしゃる.

Kata kerja する yang berasal dari kata benda memakai ご, misalnya ご利用になる. Untuk merendahkan diri sendiri, pola yang berlawanan adalah お〜する, misalnya お持ちします. Pola お〜になる lebih tinggi daripada bentuk pasif 〜れる/〜られる untuk menghormati orang.

On this page